WhatsApp Icon
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner
banner

Berita Terkini

BAZNAS Tanggap Bencana Banyumas Terlibat dalam Operasi SAR Longsor Cisarua Bandung Barat
BAZNAS Tanggap Bencana Banyumas Terlibat dalam Operasi SAR Longsor Cisarua Bandung Barat
Bandung Barat, Rabu (28/01/2026) — BAZNAS Kabupaten Banyumas melalui Tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) turut terlibat dalam BKO Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 02.30 WIB, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus. Longsor menimpa kawasan perkebunan dan pemukiman warga, menyebabkan korban jiwa termasuk warga sipil dan anggota TNI. Sejak Senin (26/01/2026), Tim BTB BAZNAS Banyumas bergabung dalam Tim SAR Gabungan Kantor SAR Cilacap untuk mendukung operasi pencarian. Tim melakukan persiapan peralatan dan Alat Pelindung Diri (APD), serta melaksanakan perjalanan menuju lokasi bencana. Pada Selasa (27/01/2026), tim melakukan koordinasi dengan Posko Induk BASARNAS, melaksanakan pencarian di Sektor A1 menggunakan alkon dan peralatan manual, serta melaporkan perkembangan ke Posko BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, dan BAZNAS Kabupaten Bandung Barat. Pada hari tersebut, tim berhasil menemukan 9 body pack korban. Memasuki Rabu (28/01/2026), operasi SAR dilanjutkan dengan pembagian sektor pencarian (A1, A2, A3, B1, dan B2). Tim BTB Banyumas mengoperasikan Alkon di Sektor A1 serta Chainsaw di Sektor A3, bersama unsur SAR lainnya. Proses pencarian pada hari ini mengalami kendala akibat hujan lebat dan kabut tebal, sehingga hasil akhir masih menunggu pembaruan resmi dari BASARNAS. Operasi pencarian direncanakan akan dilanjutkan pada hari berikutnya. Berdasarkan data sementara, jumlah korban terdampak mencapai 155 jiwa, dengan rincian: Selamat: 75 jiwa Body pack ditemukan: 48 jiwa Dalam pencarian: 32 jiwa Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain: BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS Kabupaten Bandung Barat, BAZNAS Kabupaten Banyumas, BASARNAS, BPBD, TNI, POLRI, serta unsur relawan lainnya. Personel BAZNAS Banyumas yang terlibat dalam operasi ini adalah Safechi Fajar Safendi, dengan dukungan sarana dan prasarana seperti genset, chainsaw, alkon set, helm safety, headlamp, matras, tas carrier, dan perlengkapan keselamatan lainnya. BAZNAS Kabupaten Banyumas menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam respon cepat bencana kemanusiaan, serta mendukung penuh proses pencarian dan pemulihan pascabencana bersama seluruh unsur terkait.
29/01/2026 | Humas
BAZNAS Kabupaten Banyumas Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan PDM Banyumas
BAZNAS Kabupaten Banyumas Perkuat Silaturahmi dan Sinergi dengan PDM Banyumas
Banyumas, Selasa, 27 Januari 2026 - BAZNAS Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan silaturahmi kelembagaan dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas sebagai langkah strategis untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun sinergi dalam penguatan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan program pemberdayaan umat di Kabupaten Banyumas. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Banyumas dan dihadiri oleh seluruh pimpinan BAZNAS Kabupaten Banyumas serta jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas. Total peserta yang hadir berjumlah 10 orang, yang merupakan gabungan dari kedua lembaga. Silaturahmi ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam optimalisasi pengumpulan dan pendayagunaan dana ZIS, sekaligus memperluas dampak program sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif, dengan pembahasan mengenai peluang kerja sama, penguatan sinergi program keumatan, serta pengembangan program pemberdayaan umat yang berkelanjutan. BAZNAS Kabupaten Banyumas menegaskan pentingnya kemitraan strategis dengan organisasi kemasyarakatan Islam, khususnya Muhammadiyah, dalam rangka memperluas jangkauan manfaat zakat dan meningkatkan kesejahteraan umat. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin komitmen bersama untuk menghadirkan program kolaboratif yang berdampak nyata serta memperkuat ekosistem filantropi Islam di Kabupaten Banyumas.
28/01/2026 | Humas
Rapat Koordinasi Persiapan TMMD Sengkuyung Tahap I Desa Sawangan Wetan TA 2026 Digelar di Kodim 0701/Banyumas
Rapat Koordinasi Persiapan TMMD Sengkuyung Tahap I Desa Sawangan Wetan TA 2026 Digelar di Kodim 0701/Banyumas
Banyumas — Dalam rangka persiapan pelaksanaan Program TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap I Tahun Anggaran 2026, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi pada Rabu, pukul 08.00–11.00 WIB, bertempat di Aula Kodim 0701/Banyumas. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Komandan Kodim 0701/Banyumas yang diwakili oleh Kepala Staf Kodim 0701, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Desa Sawangan Wetan, Bank BUMN dan Swasta, serta perwakilan Rumah Sakit Pemerintah dan PMI. Total peserta yang hadir dalam kegiatan ini mencapai 50 orang. Program TMMD Sengkuyung merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan melalui semangat gotong royong. Secara filosofis, istilah sengkuyung bermakna menanggung bersama, di mana pendanaan program ini bersumber dari APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota, berbeda dengan TMMD Reguler yang didanai melalui APBN. Dalam pelaksanaannya, TMMD Sengkuyung berfokus pada dua aspek utama, yaitu kegiatan fisik dan non-fisik. Kegiatan fisik meliputi pembangunan dan perbaikan jalan (rabat beton atau pengaspalan), talud, jembatan, rumah tidak layak huni (RTLH), serta berbagai fasilitas umum lainnya. Sementara itu, kegiatan non-fisik mencakup penyuluhan wawasan kebangsaan, hukum, kesehatan, pertanian, bahaya narkoba, hingga pemberdayaan UMKM. Dari sisi peran kelembagaan, BAZNAS turut menyatakan komitmennya untuk berpartisipasi dalam mendukung program ini, khususnya dalam pembangunan RTLH, penyaluran bantuan bahan konsumtif (sembako), serta sosialisasi tentang zakat kepada masyarakat. Pelaksanaan TMMD Sengkuyung sendiri direncanakan berlangsung selama 30 hari dalam beberapa tahap setiap tahunnya (Tahap I–IV), sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi angka kemiskinan, serta mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Program ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, lembaga keuangan, instansi kesehatan, dan masyarakat, dalam membangun desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
28/01/2026 | Humas

Agenda Pimpinan

BAZNAS Banyumas Perkuat Sinergi Program Penanggulangan HIV-AIDS Melalui Kegiatan Harmonisasi di Kota Bandung
BAZNAS Banyumas Perkuat Sinergi Program Penanggulangan HIV-AIDS Melalui Kegiatan Harmonisasi di Kota Bandung
Bandung, 3 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas berpartisipasi dalam Kegiatan Harmonisasi Pelaksana Program Penanggulangan HIV-AIDS yang digelar di Gedung Balai Kota Bandung, Jl. Wastukencana No. 2, Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Kegiatan ini diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani isu HIV-AIDS di daerah. Sebanyak kurang lebih 78 peserta hadir mewakili berbagai unsur penting, antara lain KPA, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Tim Penggerak PKK, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta tenaga kesehatan dari sejumlah puskesmas di Kabupaten Banyumas. BAZNAS Banyumas hadir sebagai mitra strategis dalam penguatan program sosial dan kemanusiaan. Delegasi BAZNAS dipimpin oleh Ketua BAZNAS Banyumas Hj. Khasanatul Mufidah, S.H., didampingi oleh Wakil Ketua II Drs. H. Abdul Munir dan Wakil Ketua IV H. Kodir, S.H.I., M.Pd. “BAZNAS siap berperan sebagai mitra pendukung dalam penguatan aspek kesejahteraan mustahik terdampak HIV-AIDS, baik melalui bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, maupun edukasi publik. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci agar upaya penanggulangan berjalan berkelanjutan,” ungkap Hj. Khasanatul Mufidah. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pagi dengan paparan dari PMI Bandung mengenai strategi kolaborasi dan harmonisasi lintas lembaga dalam program kemanusiaan dan kesehatan masyarakat. Materi ini menekankan pentingnya peran kemitraan dan kepercayaan antar lembaga dalam mendukung keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS di daerah. Sesi dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung yang memaparkan praktik baik (best practice) program penanganan HIV-AIDS di Kota Bandung. Peserta memperoleh wawasan tentang model sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga mitra, termasuk bagaimana dukungan non-kesehatan turut memperkuat daya tahan sosial bagi ODHA (Orang dengan HIV-AIDS). Partisipasi BAZNAS Banyumas dalam kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen lembaga untuk hadir dalam isu-isu sosial kemanusiaan yang bersinggungan dengan kesejahteraan masyarakat. Sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS memiliki peran strategis dalam memberikan intervensi berbasis zakat, infak, dan sedekah guna membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk kelompok rentan akibat HIV-AIDS. Kegiatan harmonisasi ini diharapkan menjadi momentum penguatan jejaring kerja antarinstansi di Kabupaten Banyumas. Dengan sinergi yang terbangun, program penanggulangan HIV-AIDS di daerah diharapkan tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan sosial dan keberdayaan ekonomi masyarakat terdampak.

03-11-2025 | Humas

BAZNAS Banyumas Dukung Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi Kader PKK Kabupaten Banyumas
BAZNAS Banyumas Dukung Pelatihan Ekonomi Kreatif bagi Kader PKK Kabupaten Banyumas
Banyumas, 3 November 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Banyumas menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui dukungan pada kegiatan Pelatihan Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Produktif bagi Kader PKK/UP2K PKK Kabupaten Banyumas Tahun 2025. Kegiatan yang digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM (Dinnakerkop UKM) Kabupaten Banyumas ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Dinnakerkop UKM Kabupaten Banyumas, Drs. Wahyu Dewanto, M.Si, Ketua TP PKK Kabupaten Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti, serta Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Banyumas, H. Muhamad Ridwan, S.Pd.I, M.Pd. Dalam sambutannya, H. Muhamad Ridwan menyampaikan apresiasi atas inisiatif TP PKK Kabupaten Banyumas dalam meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan ekonomi kreatif. Ia menegaskan bahwa BAZNAS siap bersinergi dalam mendorong tumbuhnya pelaku ekonomi produktif di tingkat rumah tangga, khususnya di kalangan perempuan yang berperan sebagai penggerak ekonomi keluarga. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Banyumas menyalurkan bantuan senilai Rp10.640.000 kepada 35 mustahik. Bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulan dalam mengembangkan usaha produktif dan mendorong kemandirian ekonomi keluarga di lingkungan kader PKK. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 peserta kader PKK/UP2K ini merupakan hasil kerja sama antara Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyumas dengan BAZNAS Kabupaten Banyumas, serta difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi dan kreativitas masyarakat Banyumas.

03-11-2025 | Humas

Wakil Ketua II BAZNAS Banyumas Jalin Silaturahmi dengan PWRI untuk Perkuat Gerakan Zakat
Wakil Ketua II BAZNAS Banyumas Jalin Silaturahmi dengan PWRI untuk Perkuat Gerakan Zakat
Purwokerto, 23 Oktober 2025 — Dalam rangka memperluas jejaring dan menguatkan sinergi gerakan zakat di kalangan masyarakat, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Banyumas, Drs. H. Abdul Munir, melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Banyumas, pada Kamis (23/10), bertempat di Aula Kantor PWRI Kabupaten Banyumas, Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PWRI Ir. H. Bambang Budiono, Wakil Ketua I, Wakil Ketua III, Sekretaris I, serta staf Bidang I dan II. Dari pihak BAZNAS Banyumas turut hadir Kepala Bagian Pengumpulan mendampingi Wakil Ketua II. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua II BAZNAS Banyumas menyampaikan profil dan program kerja BAZNAS Banyumas, khususnya mengenai pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara profesional dan transparan. Beliau juga mengajak para anggota PWRI untuk menyalurkan zakat dan infaknya melalui BAZNAS sebagai lembaga resmi pemerintah yang berwenang dalam pengelolaan dana umat. “Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi dengan PWRI. Kami berharap para anggota PWRI yang sudah purna tugas tetap dapat berperan aktif dalam amal sosial melalui zakat dan infak di BAZNAS Banyumas. Ini bukan hanya ibadah pribadi, tapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat Banyumas,” ujar Drs. H. Abdul Munir. Sementara itu, Ketua PWRI Kabupaten Banyumas, Ir. H. Bambang Budiono, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah BAZNAS Banyumas dalam memperluas jejaring zakat. Ia menilai sinergi dengan PWRI dapat menjadi wadah untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian sosial di kalangan purna ASN. Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini menjadi momentum awal terjalinnya hubungan kelembagaan antara BAZNAS Banyumas dan PWRI Kabupaten Banyumas untuk bersama-sama mendorong kemaslahatan masyarakat melalui gerakan zakat.

23-10-2025 | Humas

Artikel Terbaru

Peran Dana Zakat untuk Kebencanaan
Peran Dana Zakat untuk Kebencanaan
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia. Gempa bumi, banjir, tanah longsor, hingga erupsi gunung berapi kerap melanda berbagai daerah. Dampaknya bukan hanya kerugian materi, tetapi juga kehilangan tempat tinggal, sumber penghidupan, bahkan nyawa. Dalam kondisi seperti ini, hadirnya donasi kebencanaan menjadi sangat penting untuk membantu meringankan beban para penyintas. Namun, banyak yang masih bertanya: apakah donasi kebencanaan bisa dibantu menggunakan dana zakat? Jawabannya: bisa, dengan landasan kemanusiaan dan kebutuhan mendesak (darurat). Kenapa Dana Zakat Bisa untuk Bencana? Masuk dalam Asnaf Fakir dan Miskin Korban bencana yang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan, atau akses pangan dapat dikategorikan sebagai fakir dan miskin karena tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Dana zakat yang disalurkan untuk mereka berarti membantu mereka bertahan hidup. Bentuk Kepedulian Sesama Zakat tidak hanya ritual ibadah, tetapi juga sarana solidaritas sosial. Ketika bencana melanda, zakat berperan sebagai instrumen yang menghubungkan mereka yang mampu dengan yang terdampak. Mendukung Pemulihan Pasca Bencana Selain bantuan darurat seperti makanan, obat, dan logistik, zakat juga bisa digunakan untuk program recovery seperti pemberdayaan ekonomi penyintas, pembangunan rumah sederhana, atau dukungan pendidikan bagi anak-anak yang terdampak. Nilai Darurat dan Kemaslahatan Dalam prinsip syariat, keadaan darurat bisa menjadi alasan kuat penyaluran zakat. Menyelamatkan nyawa dan menjaga keberlangsungan hidup adalah bentuk kemaslahatan yang menjadi tujuan utama zakat. Di era sekarang, BAZNAS tidak berdiri sendiri. Lembaga amil zakat juga mengelola donasi kemanusiaan non-zakat, seperti infak dan sedekah. Sinergi ini membuat respon kebencanaan lebih cepat dan menyeluruh: zakat untuk kebutuhan dasar para penyintas, sedangkan infak dan sedekah bisa digunakan untuk program jangka panjang seperti perbaikan infrastruktur dan pembangunan fasilitas umum. Donasi kebencanaan bukan hanya bentuk empati, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial yang diamanatkan dalam ajaran agama. Dengan dukungan dana zakat, korban bencana tidak hanya menerima bantuan darurat, tetapi juga kesempatan untuk bangkit dan kembali menata kehidupan.
16/09/2025 | Humas

BAZNAS TV